• 04:34
  • 04:44
  • 12:00
  • 15:22
  • 17:57
  • 19:08

Open
Close(x)
Detail
Mengatur THR
Selasa, 30 Juli 2013 | 17:00 WIB

Bulan Ramadhan adalah bulan berkah. Salah satu berkah yang dirasakan oleh setiap karyawan adalah adanya Tunjangan Hari Raya alias THR. Di bulan ini, bagi yang statusnya karyawan akan mendapatkan penghasilan dua kali lipat dari biasanya. Yaitu gaji rutin dan THR yang dibagikan secara bersamaan atau hampir bersamaan.

Masalahnya adalah, seringkali gaji dan THR ini dicampuraduk, dan digunakan semua untuk membiayai berbagai macam keperluan selama bulan puasa dan menjelang lebaran. Dan akibatnya, setelah hari raya, bisa jadi tak ada lagi penghasilan yang bersisa. Padahal, lebaran nanti diperkirakan jatuh pada tanggal 8 Agustus. Ini artinya, jarak menuju gajian berikutnya adalah 2 sampai 3 minggu lagi.

Agar tidak habis-habisan untuk lebaran tapi lalu akhirnya kehabisan uang setelahnya. Yuk, kita atur THR dan gaji bulan ini dengan lebih cermat lagi. Jangan sampai Hari Raya yang seharusnya dirayakan dengan gembira malah menjadi bencana keuangan setelahnya.

Pertama, pisahkan antara gaji dan THR. Karena kedua penghasilan ini memiliki alokasi penggunaan yang berbeda pula. Gunakan gaji untuk membiayai pengeluaran rutin bulanan sebagaimana biasa. Seperti pembayaran cicilan hutang, transportasi bekerja, uang saku anak-anak, dan biaya untuk konsumsi atau belanja sampai gajian berikutnya. Ingat, sampai gajian berikutnya yaitu 2 sampai 3 minggu setelah hari raya.

Kedua, karena lebaran diperkirakan dirayakan di tanggal 8 Agustus, yang biasanya di awal bulan ini secara rutin kita membayar tagihan listrik, telepon, kartu kredit dan lainnya. Pastikan untuk tidak menunda pembayarannya ke akhir bulan. Karena jika kita menunda pembayarannya sampai sesudah hari raya, bisa jadi jatahnya sudah terpakai untuk yang lainnya. Pastikan semua tagihan ini sudah dibayarkan sebelum berangkat mudik nanti.

Sedangkan untuk THR, bisa digunakan untuk keperluan khusus menyambut hari raya. Misalnya untuk membeli baju baru, percantik rumah, membeli aneka panganan hari raya, mudik, amplop untuk keluarga, dan juga THR untuk asisten rumah tangga.

Bagaimana kalau tidak cukup? Batas cukupnya adalah sampai uangnya habis. Jika kita tidak menetapkan batasan untuk anggaran hari raya, akan selalu ada saja keperluannya. Karena membeli baju baru bisa jadi tidak terbatas jumlah dan harga bajunya. Mudik memang pulang ke rumah orangtua, tapi plus jalan-jalannya itu menjadi tidak terbatas nominalnya. Membagi hadiah memang mulia, tapi kalau membagi hadiah dari berhutang tentu juga tidak pantas jadinya.

Maka tetapkan batas anggaran hari raya adalah sampai semua uang THR habis dibagi. Selesai.

Berita Ramadhan Lainnya