• 04:34
  • 04:44
  • 12:00
  • 15:22
  • 17:57
  • 19:08

Open
Close(x)
Detail
Gesek Kartu Bebas Bunga
Minggu, 28 Juli 2013 | 17:00 WIB

Semakin hari akan semakin sedikit penggunaan uang tunai untuk bertransaksi. Tengok saja masyarakat di negara maju yang sudah mulai jarang menggunakan uang tunai untuk berbelanja. Uang tunai hanya digunakan untuk transaksi yang kecil-kecil seperti bayar parkir, ongkos taksi, membeli koran, dan sebagainya. Sedangkan transaksi jual beli dan lainnya sudah lebih sering menggunakan kartu gesek.

Begitu juga di Indonesia kita sudah mulai terbiasa untuk menggunakan kartu debet atau kartu kredit sebagai alat pembayaran. Apalagi untuk pembelian yang dalam hitungan di atas lima ratus ribu atau di atas satu juta rupiah yang sudah terlalu tebal di dalam dompet. Tentu lebih nyaman untuk menggunakan kartu dibanding uang tunai.

Selain sebagai alat bayar, kartu kredit juga bisa digunakan sebagai dana talangan alias hutang jangka pendek. Belanja tak perlu lagi menunggu tanggal gajian. Keperluan mendadak bisa ditanggulangi sementara dengan menggunakan kartu kredit. Belinya sekarang, bayarnya bisa belakangan.

Apalagi sekarang sudah hadir yang namanya kartu kredit syariah. Kita bisa mendapatkan kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai, fasilitas dana talangan, dan berbagai fasilitas tambahan lainnya, tanpa bunga. Tanpa bunga? Ya betul, tanpa bunga.

Tapi tanpa bunga bukan berarti tanpa biaya ya… tentu saja kita harus membayar biaya atas segala kemudahan yang diberikan, dan bank juga perlu mendapatkan keuntungan bisnis. Tapi agar sesuai syariah, biaya yang diterapkan berbeda skemanya dengan bunga kartu kredit pada umumnya.

Dalam muamalah yang sesuai syariah, bank tidak boleh menetapkan bunga atas pinjaman uang. Tapi bank bisa menetapkan biaya fixed atas layanan yang diberikan. Selain itu, bank juga diperbolehkan memberikan diskon atau potongan biaya sesuai dengan kebijakan bank.

Nah, kartu kredit syariah memiliki biaya layanan fixed tiap bulan yang sangat tinggi. Jika nasabah tidak menggunakan kartu kreditnya, bank bisa memberikan diskon sebesar biaya bulanan sehingga net biayanya menjadi nihil. Begitu juga jika nasabah menggunakan kartu kredit lalu membayar lunas sebelum jatuh temponya, bank juga akan memberikan diskon sebesar biaya bulanannya sehingga net biayanya menjadi nihil.

Bagaimana jika nasabah menggunakan kartu kredit tersebut dan tidak melunasi seluruh hutangnya? Di sinilah kebijakan bank dapat memberikan diskon yang jumlahnya tidak sebesar biaya bulanannya sehingga nasabah harus membayar net biaya tertentu yang kompetitif dibandingkan dengan bunga kartu kredit biasa.

Yang membedakan lagi dengan kartu kredit biasa adalah biaya yang dibayar tersebut tidak akan diperhitungkan dalam perhitungan diskon di tagihan bulan berikutnya. Sehingga tidak ada yang namanya “bunga berbunga” seperti pada kartu kredit biasa.

Bisa gesek tanpa perlu repot lagi bawa uang tunai, bisa “ngutang” tanpa bunga berbunga, dan mendapatkan fasilitas seperti kartu kredit lainnya, rasanya rugi kalau belum punya kartu kredit syariah.

Berita Ramadhan Lainnya